MEMOTIVASI DAN TERUS MENCARI JATI DIRI

DIA ATAU BUKAN

10.31 | , , ,


 "Bila selama ini kita mengharap cinta dari Allah. dan kita dengan sungguh-sungguh mengharap ridha dariNya, maka jangan berpikir bahwa apa yang kita inginkan akan selalu diberikan oleh Allah."

    Wajar bila dalam hati manusia ada kecendrungan menyukai salah satu dari lawan jenisnya. bahkan berharap bahwa ialah yang selama ini ia impikan. pendamping hidup yang akan menemani sampai hari tua. menjadi ibu dari anak-anaknya nanti. menjadi pemimpin dari keluarga yang ia impikan.

    Tidak ada yang salah. wajar dan sah-sah saja bila kita memiliki kecendrungan terhadap seseorang. Alangkah bahagianya bila sang bidadari impian itu menjadi pendamping hidup. senangnya bila sang ikhwan bisa menjadi kepala keluarga yang selalu membimbing dan menjaga keluarganya kelak. Bahagianya bila menyatu dalam suatu ikatan yang diridhaiNya.

    Tapi, bila kita percaya bahwa Allah mencintai kita. Maka kita pun harus percaya bila kelak bukan ia yang akan menjadi jodohmu. dan allahualambishoaf bila nanti ia benar-benar menjadi jodohmu. karena Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan. Ia tahu apa yang pantas dan tak pantas untuk kita.

    Maka janganlah mematok orangnya bila ingin mencari jodoh. Jangan patok orangnya bila yang kau tuju adalah cinta dari Rabb-mu. Jangan kau patok orangnya walaupun kian bagus akhlaqnya. Karena ia belum tentu jodohmu. Karena belum tentu Allah ridha dengan itu.

    Maka patoklah ia dari kadar imannya. Patoklah ia dari kadar akhlaqnya. Patoklah ia karena kualitasnya. Karena dengan seperti itu kita tidak akan kecewa. Tidak akan membuat kita patah hati karena sang pujaan hati tak menjadi milikmu. Tidak akan mengurangi kadar imanmu bila sang bidadari menjadi bidadari orang lain. dan paling penting adalah tidak mengurangi rasa syukurmu dalam menggapai ridhaNya.

0 komentar:

Poskan Komentar