Blog Baru

Semua ada disini

Taurus Blogger

disini banyak artikel menarik

Wisata Yuk...!!!

Website tentang pariwisata di Malang Raya

Mari Memasak

Disini banyak aneka resep Masakan dan Minuman

Taurus Site

Blog Baru yang berisi motivasi

MEMOTIVASI DAN TERUS MENCARI JATI DIRI

TERIMA KASIH IBU

00.28 | ,

TERIMA-KASIH..IBU


IBU...rambutmu kini sudah mulai memutih
Kulitmu tak lagi kencang
Penglihatanmu tak lagi terang
Jalanmu kini sudah mulai goyang

Namun..apa yang terlihat
Semua itu tak pernah engkau rasakan
Semua itu tak pernah engkau pedulikan
Aku paham, semua itu demi anakmu

Sepanjang jalan engkau mengais rejeki
Sepanjang waktu engkau berhitung
Berapa laba kau dapat hari ini
Tuk membayar semua letihmu

Engkau tak lagi dapat membedakan
Mana siang, mana malam
Semangat mengalahkan gemetar kakimu
Dan segala rasa lelahmu

Ini semua...untuk siapa?
Hanya untuk anakmu
Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat
Mencapai setumpuk asa

IBU...sampai kapanpun,
Anakmu tak kan pernah lupa
Atas semua jasa, do'a dan derita
Keringat yang engkau cucurkan

IBU...engkau sudah terlalu besar, berkorban
Hanya surga yang pantas membayar tulusmu
Hanya Tuhan yang pantas menjagamu
Dunia dan akherat...

IBU...
Anakmu kan selalu merindumu
Do'a di setiap hembus nafas ini
Terima kasih...IBU, untuk semua ikhlasmu

Read More

PERJUANGAN IBU UNTUK ANAKNYA

00.23 | , ,



Sebuah kisah lama yang patut dijadikan renungkan bagi kita semua, agar  kita dapat  mengingat dan memahami betapa besarnya pengorbanan seorang ibu buat anak-anaknya.
Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taipeh tahun berapaan udah lupa.  Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic.
Ada seorang pemuda bernama A be ( bukan nama sebenarnya ).
Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool.
Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah dipromosikan ke posisi manager. Gajinya pun lumayan.Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor.
Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewek-cewek jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.

Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting.
Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be.
Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain.  Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu-satunya A be.
Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. "Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan." jawab A be.
Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya.
Sang Ibu semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. Abe mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat A be jadi uring-uringan di rumah.

Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Di dalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan Abe. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik.
Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya yang masih berusia 14 bulan dari musibah kebakaran.
Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, wanita itu menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.
Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, A be cukup  dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya.  Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa dibendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya.
"Yang sudah ya, sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi". Setelah sembuh, A be bahkan berani membawa jalan-jalan Ibunya untuk berbelanja ke supermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap tidak memperdulikannya, bahkan dengan perasaan bangga dia  memperkenalkan Ibunya, jika ada orang yang menanyakan padanya. Suatu sore, ketika A be mengajak ibunya mampir ke sebuah kedai minuman, setelah mereka berdua pulang dari berbelanja di supermaket.

Seorang pria paruh baya menghampiri A be, ketika A be akan memesan teh jahe hangat buat ibunya. Dengan wajah  heran dan penasaran dia bertanya pada A be, "Siapa wanita kau bawa itu, nak  ? pembantumu-kah, dia? kenapa kamu tampak hormat padanya ?" .
"Wanita yang mana tuan maksud ?" , A be balik bertanya pada pria itu.
"Wanita yang duduk di sebelah kamu ?" , sambil menunjuk kearah tempat sang Ibu .
"Kenapa bapak menanyakan hal itu pada, saya ?", tanya A be kembali dengan heran .
" Oh ya, perkenalkan saya Koh Bun, pemilik kedai ini, "Biasanya pada jam sore hari seperti ini, para suami yang mengajak istrinya atau pria muda yang mengajak kekasihnya bercengkrama menikmati suasana sore hari di kedai kami ini sambil minum teh jahe atau kopi hangat, tapi aneh kamu malah mengajak wanita tua yang..ehm... maaf..buruk rupa , menurut saya, apa itu bukan hal yang aneh ? " ucap  pria  paruh baya ini masih dengan tatapan mata heran ke pada A be.
"Apa tuan keberatan kalau saya mampir ke kedai ini dengan mengajak  wanita  tua yang buruk rupa ?, jika begitu saya, akan segera pergi  dari sini,"  ucap A be kembali dengan nada agak tersinggung.
"Maafkan ucapanku, anak muda, mohon jangan tersinggung, aku tidak melarang siapapun yg datang ke kedai ini, tapi saya hanya penasaran, kenapa kamu begitu santun dan hormat pada wanita itu ?, tolong jelaskan pada saya, agar saya tidak penasaran ?" ujar Koh Bun tentang rasa penasarannya pada A be.

" Tuan Koh Bun...wanita yang duduk satu meja dengan saya itu adalah wanita yang paling saya hormati dan saya cintai lebih dari siapapun di dunia ini. Dia bukan pembantu saya, juga bukan kekasih saya ataupun istri saya", ujar A be. Tentu saja jawaban A be semakin membuat penasaran Koh Bun  (pria paruh baya ini), Lalu siapa dia ?, Oh..saya tahu..dia istri majikan kamu ?", tebaknya.
"Buka...Dia itu adalah Ibu-ku tercinta , dia adalah  Pahlawan dalam hidup-ku." ucap A be dengan bangga  pada  pria paruh baya ini, selanjutnya oleh A be diceritakanlah pada Koh Bun sang pemilik kedai ini, tentang peristiwa kebakaran yang menimpa  sang ibu, " Dahulu wajah ibu-ku sangat cantik, tapi sekarang Ibu-ku memiliki wajah buruk seperti itu ...karena menyelamatkan aku, waktu aku masih berusia di 14 bulan, dari bencana kebakaran di rumah kami  saat itu", tutur A be dengan ucapan lirih sedih.
" Hampir separuh tubuh ibuku hangus, terkena luka bakar, karena melindungi  aku, dia menutupi tubuhku dengan selimutnya sambil memeluk tubuhku dengan erat, agar aku terhindar dari kobaran api yang membakar seluruh ruangan rumah kami."
"Ibu-ku tidak perduli akan sengatan api yang membakar tubuhnya, baginya,yang utama adalah nyawaku, anaknya, dia tidak perduli akan panas api yang mengoyakan kulit indahnya, ibuku tetap berlari menerobos kobaran api, sambil tetap memeluk tubuhku yang terbungkus kain selimutnya ,  dia tetap berusaha meloloskan diri, dari runtuhan bangunan rumah kami.
Akhirnya , kami berdua selamat, meski harus dibayar oleh ibuku, dengan cacat di tubuhnya seumur hidup,"    begitu jelas A be kepada Koh Bun, dengan nada bergetar menahan  pedih di hatinya.
Pria paruh baya itu seakan tercekat, tidak menduga ketika mendengar cerita A be, sambil mata berkaca-kaca  menatap A be, lalu berbisik,  "Maafkan atas kelancanganku tadi, anak muda dan Tolong kenalkan aku pada Ibumu, ?' begitu pintanya, A be pun memperkenalkan pria paruh baya ini pada ibunya. Sambil berlutut hormat dan menjabat tangan Ibu Abe,ia berkata, " Ijinkan saya mencium tangan ibu ?"  pintanya pada sang Ibu.
" Kenapa anda ingin mencium tangan saya, yang jelek ini ? " tanya ibu si A be  dengan tatapan heran,  diliriknya A be  meminta persetujuan dari anaknya, dan dibalas oleh A be dengan senyuman dan anggukan, tulus pada wanita tua ini.

"Ketika saya mendengarkan cerita putra ibu pada saya  tadi, rasanya sungguh kehormatan bagi saya jika bisa berkenalan dengan Ibu, " jelas Koh Bun sang pemilik kedai ini agar  Ibunda si A be tidak bingung akan permintaannya tadi. Denga tatapan masih ragu,  oleh sang Ibu  disodorkan lah tangan kanannya  pada Koh Bun, lalu dengan rasa hormat  dikecupnya tangan  sang ibu tersebut.
"Sayang sekali...ibu saya sudah meninggal pada saat saya tidak berada disadmpingnya, jadi saya belum sempat mencium tangan beliau ", ucap Koh Bun dengan mata berkaca-kaca seolah mengenang kembali ibundanya yang telah tiada.
"Tuan Koh Bun, Doakan lah Ibu anda yang sudah tiada itu. Karena sesungguhnya , Doa dari anak yang  berbakti pada sang Ibu dalah pintu surga bagi Ibundanya.., begitu pula sebaliknya..," saran ibu si A be. Tak ayal meneteslah air mata Koh Bun (pemilik kedai itu) mendengar saran dari ibu Abe.
"Sungguh Ibu adalah seorang wanita yang berhati malaekat, semoga ibu selalu diberi  kemuliaan oleh yang kuasa ," seraya dia berdiri dan memberi hormat  pada sang ibu, dan dibalas dengan senyum tulus oleh sang ibu. A be-pun hanya terpaku diam berkaca-kaca menatap ibunya yang tercinta..mendengar ucapan ibunya kepada pria pemilik kedai minuman itu, Tak lama kemudian, Koh Bun si pemilik kedai, menghampiri A be dan menjabat tangannya, "Anak Muda, kamu..sangat beruntung memiliki Ibu seperti dia, jaga dan sayangi dia selamanya , pasti pahala surga imbalannya. " Terimakasih, atas saran anda akan selalu saya  ingat ." ucap A be sambil tersenyum. Tak lama kemudian A be dan ibunya pun pulang ke rumah.

Beberapa  hari berikutnya ,  tersiarlah berita dari mulut ke mulut, tentang kisah perjuangan ibu si A be pada masa lampau, sebuaj kisah seorang Ibu yang berjiwa pahlawan dan berhati malaekat. Peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini ke dalam media cetak dan elektronik.
Ketika masyarakat umum membaca kisah ini di media cetak,  beberapa dari merekapun sempat menangis karena mereka teringat ibunda mereka dan tidak sempat bersujud mohon maaf pada  sang ibu, hingga  saat sang bunda meninggal.

Buat para sahabat yang masih punya Ibu atau Mama atau Mami di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu ya. Ingat  doa dari  sang ibunda adalah pintu syurga bagi kita .



Read More

IBUKU SAYANG

00.20 | ,



Ibu...!
Aku tahu...
Semua letihmu itu tulus
Dan...akupun tahu
Bukan apa-apa yang engkau ingin
Engkau tak pernah inginkan apa-apa

Ibu...!
Dulu engkau pernah bilang
Cepatlah besar anakku !
Jadilah engkau orang besar
Yang membesarkan hati Ibu

Ibu...!
Semua hebatku
Tak kan pernah ada
Tanpa ikhlas pengorbananmu

Ibu...!
Sabdamu adalah do'a
Do'a yang nyaring terdengar
Dan pasti... didengar !

Bukan gelimang harta tuk membalas
Bukan pula, tahta dan mahkota
Bhakti, taat... menjaga hati
Itu saja...cari dan mesti kau beri
Read More

ONGKOS MELAHIRKAN KITA

21.39 | , ,


Bro...pernakah kita menanyakan harga Oksigen di apotik?
Jika belum tau +/- Rp.25 Ribu / liter
Sis...pernakah kita menanyakan harga Nitrogen ke apotik?
Jika belum tau +/- Rp.9950/ liter
Tahukah kita bahwa dalam sehari manusia menghirup 2880 liter Oksigen dan 11.376 liter
Nitrogen. Jika dihargai dengan Rupiah maka Oksigen dan Nitrogen yang kita hirup akan
mencapai Rp.170 jutaan/hari/manusia Jika dalam satu hari kita hitung Rp.170 juta.
Maka dalam sebulan sekitar Rp.5.1M/orang Orang yang paling KAYA di dunia ini pun tidak
akan sanggup membiayai biaya nafas hidupnya, dan tuhan Memberikan pada kita secara
GRATIS!

Masihkah ada yang menghalangi untuk bersyukur, meninggalkan perintah-Nya serta
melalaikan kewajiban kita sebagai hamba2Nya?
Read More

CINTA SEJATI

20.11 | , ,


Ada Wanita kulitnya hitam, wajahnya jelek, usianya mulai tua. Dijodohkan dgn seorang laki laki kaya dan tampan. Setelah bertemu wanita itu,  laki - laki tersebut sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusanx? Tetapi karena itu permintaan dari kedua org tuax ia tidak dapat menolak & memutuskan utk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikox. Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas - emasku yg sudah lama kutabung, pakailah ini utk mencari wnita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah n jadi seorang istri." Tapi laki-laki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan utk mencintaimu. Aku tak kan menikah lagi." Semua org ter-heran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak2 dengan kecantikan n ketampanan yg luar biasa. Ber-tahun2 kemudian org2 menanyakan rahasia ini padax. Pria itu mjawab dgn enteng : "Aku memutuskan u/ mencintainya. Aku berusaha mlakukan yg terbaik. Tapi istriku melakukan semua kebaikan yg dapat ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah mrasakan kulit hitam n wajah jelekx dlm kesadaranku. Yg kurasakan adl kenyamanan jiwa yg melupakan aku pd fisik." Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Kecantikan lahiriah tdk akan abadi, lambat laun akan berubah. Inner Beauty akan abadi selamanya. Cinta berdasarkan penampilan fisik akan berubah seiring perubahan fisik.. Cinta yg muncul dr hati krn pribadi & menerima pribadi apa adanya akan saling melengkapi n menjaga. Jangan mudah jatuh cinta krn penampilan fisik, cintailah org krn pribadinya
Read More

MAUKAH KAU MENJAGAKU

04.08 | , ,


tolong bimbing aku........
tunjukkan jalan mana yg harus aku lewati,
jalan mana yg mampu membuat aku bisa keluar dari semua masalah yang ada,
jalan yang bisa membuat aku optimis menghadapi masa depan......

pegang tanganku,
agar aku tak terjatuh
agar aku tak tergelincir,
agar aku bisa tetap berdiri dan menggenggam tanganmu.....

sudikah engkau...?
maukah engkau.....?
tunggu dulu.......
jangan ucapkan semua jawabanmu,
akan kuletakkan tanganku di dadamu,
kan kurasakan,
kudengarkan,
semua jawaban itu dari lubuk hatimu yg paling dalam
Read More

AKU MENCINTAIMU

04.04 | , ,


bolehkah kutangisi cinta tak bertuan ini?
karna rindu ini memang tak sanggup menunjukkan arahnya,
karna sayang ini terlanjur menodai hati yang tulus mencari cinta.......
kutak ingin menangis sesungguhnya,
tapi air mata ini terlanjur membentuk aliran sungai dangkal..

kini aku sendiri,
meratapi cinta tak bertuan,
menundukkan kepala yang malu pada sang pemilik cinta
menangisi luka yang telah menjalarkan darah  duka

sebegitu rumitkah rasa cintaku?
wahai insan Tuhan.....
sudikah engkau mendekat?
sudikah engkau angkat wajah ini dan menghapus air mata yang telah menutup binar rasa sayang?

wahai insan Tuhan.....
aku memang menyayangimu.......
Read More

JANGAN PERGI KEKASIHKU

03.38 |


 oleh: Ade Yulianti

kau begitu sempurna di mataku
hatiku mulai tenang bila kau ada di sampingku
hatiku mulai rapuh bila kau tak ada di sampingku

apa yang harus aku lakukan tanpa dirimu
canda dan tawa mu begitu terniang dalam lubuk hatiku
teringat saat-saat kau ada di samping ku

kau menemani ku dengan penuh ke hangatan
menghilang rasa sedih dan sepi yang kurasakan
menghilangkan kegelisan yang selalu menyelimuti hatiku

tapi kini kau telah pergi,entah apa yang bisa aku lakukan tanpamu
kau begitu indah,dan mungkin akan tetap indah selamanya.
aku akan setia menunggu mu disini
hingga waktu yang akan mempertemuankan aku dan kamu
aku berdoa tak hentinya ku curah kan untukmu
agar kau bhagia di surga.....
walaupun air mata tak hetinya ku teteskan untukmu
tapi ku yakin air mata ini air mata ketegaran

jangan pergi kekasih ku teriakan yang begitu hebat
dalam hatiku.
meski kau tak ada tapi kenangan mu akan tetap ada
dI lubukhatiku selamanya
Read More

CINTA TERLARANG 2

00.58 |


Rasanya tak mungkin aku untuk mencintaimu
Rasanya tak mampu aku mengisi hati mu
Karna ku tahu, kau bukan untukku
walu ku coba untuk melakukannya.
tapi percuma, percuma
karna aku sudah menjadi miliknya
aku tak mau semua ini berakhir dengan luka dihati kita
aku tau mau semua ini menjadi beban hidup kita nanti.
aku ingin menjalani hidup ku dengan nya.
maaf kan aku yang tak memilihmu
bukan aku tak menghargaimu
aku menghargaimu
aku tau kau mencitai ku
dan aku pun begitu.
biar semua ini kita simpan saja.
mungkin disini (dunia) kita tak bisa bersama.
mungkin jika allah mengizin kan kita berdua
menjalin cinta kita, untuk kehidupan ke dua.


Read More

CINTA TERLARANG

00.56 | ,


Begitu elok keagungan tuhan
hingga aku bisa merasakan betapa indahnya cinta
betapa berarti sebuah kesetiaan
betapa sempurna hati ketika bersamanya

Tapi semua pudar,,,,
Kebahagiaan bagaikan api
Canda tawa bagai sekam
Semua kandas ketika cinta tak direstui.

Aku tak tau harus berbuat apa
aku tak tau harus bagaimana
dan aku tak tau harus memilih jalan yg mana??

Cinta,,
Biarkan hatimu tetap bersatu dihatiku
meski ku tau mungkin raga kita
Tak akan pernah menyatu,,,,,,
Read More